Informasi

PERUBAHAN MODEL BISNIS DI RESTORAN JEPANG PASCA COVID-19

Banyak bar dan restoran Jepang dibuka kembali setelah beberapa minggu penutupan sejak Pemerintah Jepang mengumumkan status darurat nasional untuk menghentikan penyebaran virus corona. Beberapa bar dan restoran tersebut diberi lampu hijau oleh Pemerintah Jepang untuk tetap buka sampai jam 10 malam dengan mematuhi protokol kesehatan.

Restoran Kichiri di distrik Shinjuku Tokyo ditutup selama lebih dari sebulan. Mereka mulai buka kembali pada 14 Mei, tetapi manager restoran telah memperkenalkan sejumlah perubahan dalam upaya untuk mengurangi kontak antara staf dan pelanggan sebesar 80%. Jika sebelum wabah corona virus, staff restoran akan menyambut pelanggan di pintu masuk dan mengantar mereka ke meja. Sekarang, salam dilakukan melalui monitor dan para tamu menemukan caranya sendiri menggunakan peta lantai yang dicetak

 

Piring disajikan dibawah penutup plastik.
Credit by : NHK World Japan

 

Selain itu pelanggan juga merasakan pengalaman yang berbeda ketika di meja, pelayan tidak lagi mengunjungi pelanggan untuk memberika daftar menu. Sebagai gantinya, pelanggan memesan menu menggunakan smartphone mereka dengan memindai kode QR restoran untuk mengakses menu. Ketika makanan sudah siap, makanan tersebut diantarkan menggunakan conveyor belt.

 

Piring sushi yang berjalan di atas conveyor belt.
Credit by : NNA Business

 

Satu-satunya waktu staff dan tamu melakukan kontak adalah di kasir. Pelanggan membayar, dan kemudian staf berterima kasih kepada pelanggan setidaknya dua meter jauhnya. Restoran juga menyewakan tablet sehingga pelanggan dapat terhubung dengan teman-teman yang tidak secara fisik berada di restoran. Juru bicara Kichiri Matsunaga Rieko mengatakan restoran membuat langkah-langkah tersebut untuk meyakinkan orang-orang yang masih khawatir makan di restoran. “Kami berharap dapat menawarkan tempat di mana pelanggan dapat menikmati makan dan minum tanpa kekhawatiran,” katanya.

 

Meja dipisahkan dengan papan transparan.
Credit by : NHK World Japan

 

Perusahaan acara kuliner Chef-1 juga berusaha mengatasi masalah tersebut dengan meluncurkan proyek yang disebut “No Mitsu Restaurant”. “Mitsu” mengacu pada kata Jepang untuk “tiga C” yang para ahli peringatkan agar kita hindari: “closed spaces”(ruang tertutup), “crowded places” (tempat ramai), dan “close contact” (kontak jarak dekat).

 

Logo “No Mitsu Restaurant” menunjukkan restoran dan bar yang mengambil tindakan yang telah dianjurkan.
Credit by : NHK World Japan

 

Tim proyek tersebut bekerja sama dengan dokter untuk menyusun serangkaian praktik yang aman. Restoran yang ikut serta dalam proyek harus:

  • Batasi jumlah pelanggan agar mereka dapat menjaga jarak.
  • Hindari tempat duduk pelanggan yang saling berhadapan.
  • Jaga ventilasi ruangan tetap baik
  • Meminta pelanggan untuk mengenakan masker setelah mereka selesai makan.
  • Pastikan semua staff restoran memakai masker dan mendesifektan restoran sesering mungkin.

Seorang dokter memeriksa apakah tindakan yang dilakukan restoran sudah benar.
Credit by : NHK World Japan

 

Source : https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/backstories/1118/

Related post

  1. Shimanami Kaido, Primadonanya Tu…
  2. Serunya Berkunjung Ke Tateyama K…
  3. Promo Special Discount 30% untuk…
  4. Kawazu Sakura Festival 21 Februa…
  5. Mencicipi Kuliner Pinggir Jalan …
  6. Sunshine Aquarium, Rasakan Kehid…
  7. SAKI-NO-YU ONSEN, ONSEN TERTUA D…
  8. Bermain Ski dan Menikmati Hangat…

Promosi!

Best Seller !

Tokyo Disney Resort NIVERSAL STUDIO JAPAN JAPAN RAIL PASS Paket Tur Kanto Buffet wifi router rental suica card
PAGE TOP